Belum Selesai Uji Alkohol

Seorang pria pergi ke sebuah pesta dan terlalu banyak minum bir. Teman-temannya memaksa dia untuk tidak boleh menyetir saat pulang. Pria itu menolak karena rumahnya hanya tinggal 1 kilometer jauhnya. Sekitar beberapa ratus meter dari tempat pesta, polisi menghentikannya dan memintanya untuk keluar dari mobil dan uji alkohol.

Ketika uji alkohol sedang dimulai, ada pemberitahuan dari radio polisi mengenai adanya perampokan yang terjadi di daerah itu. Polisi memberitahu pria mabuk itu untuk tetap tinggal, mereka akan segera kembali. Polisi pun melompati trotoar dan lari ke jalan untuk menangkap perampok.

Orang itu menunggu dan menunggu dan akhirnya memutuskan untuk menyetir pulang. Ketika ia sampai di rumah, ia mengatakan kepada istrinya bahwa ia akan tidur, dan minta untuk memberitahu siapa pun yang mungkin datang mencari dia, bahwa ia sedang flu dan telah berada di tempat tidur sepanjang hari.

Beberapa jam kemudian polisi mengetuk pintu. Mereka menanyakan apakah Pak Anto ada dan istrinya mengatakan ya. Polisi meminta untuk bisa melihat dia dan istrinya menjawab bahwa dia di tempat tidur karena flu dan telah begitu sepanjang hari.

Polisi ternyata memegang SIM pria itu. Mereka meminta untuk melihat mobilnya dan istrinya bertanya alasannya. Karena polisi itu bersikeras ingin melihat mobilnya, jadi dia membawa mereka ke garasi dan membuka pintu di mana mereka menemukan mobil polisi, dengan lampu rotator yang masih menyala.

Sent by: e-ketawa posted on 23 March 2017

Sengketa Kepemilikan Sapi

Anak seorang pengacara yang baru saja lulus kuliah sedang mempertimbangkan masa depannya. Dia pergi ke ayahnya, yang memiliki kantor yang sangat besar, dan bertanya apakah ia mungkin diberikan meja di sudut kantornya agar ia bisa mengamati aktivitas ayahnya. Ia bisa diperkenalkan kepada klien ayahnya sebagai pegawai magang. Dengan cara ini, dia bisa memutuskan apakah mau jadi pengacara atau tidak. Ayahnya pikir ini adalah ide yang bagus, dan mereka segera mengatur posisi di kantor.

Pada hari pertama anaknya bekerja, klien pertama di pagi hari adalah seorang pria kasar dengan tangan kapalan, yang mulai percakapan sebagai berikut: "Pak Pengacara, saya bekerja untuk orang yang bernama Ramlan yang memiliki peternakan di pinggiran kota. Selama bertahun-tahun saya telah merawat tanaman dan hewan mereka, termasuk beberapa ekor sapi. Saya telah membesarkan dan merawat sapi-sapi itu, merawat mereka, memberi mereka makan, dan itu menjadikan saya yakin bahwa saya adalah pemilik sapi itu. Pak Ramlan meninggal dan anaknya telah mewarisi peternakan itu, dan ia yakin bahwa karena sapi-sapi itu dibesarkan di peternakan dan diberi jeraminya, maka sapi-sapi itu diakui sebagai miliknya. Singkatnya, kami memiliki sengketa mengenai kepemilikan sapi-sapi itu."

Pengacara mengatakan, "Saya telah mendengar penjelasan Anda. Saya akan membawa kasus Anda ke pengadilan. JANGAN KHAWATIR TENTANG SAPI-SAPI ITU!"

Setelah petani itu pergi, klien berikutnya datang. Seorang muda, pria berpakaian rapi, jelas nampak sebagai orang berada.

"Nama saya Juki Ramlan. Saya memiliki sebuah peternakan di sisi timur kota," katanya. "Selama bertahun-tahun, seorang petani telah bekerja untuk keluarga saya, merawat tanaman dan hewan, termasuk beberapa ekor sapi. Sapi-sapi itu telah dibesarkan di tanah saya dan diberi jerami saya, dan saya percaya bahwa sapi itu adalah milik saya, tapi petani itu percaya bahwa sejak ia merawat mereka, sapi-sapi itu adalah miliknya. Singkatnya, kami memiliki sengketa kepemilikan sapi."

"Saya sudah cukup mendengar penjelasan Anda. Saya akan mengambil kasus Anda. JANGAN KHAWATIR TENTANG SAPI-SAPI ITU!"

Setelah klien itu pergi, si anak datang kepada ayahnya dengan tatapan serius.

"Ayah, saya tahu tentang hukum, tetapi saya pikir, kita memiliki masalah serius mengenai sapi-sapi ini."

"Nak, JANGAN KHAWATIR TENTANG SAPI-SAPI ITU!" kata sang pengacara, "Sapi-sapi itu akan menjadi milik kita!"

Sent by: e-ketawa posted on 22 March 2017

Kisah Sahabat Karib

Dua orang sahabat, Budi dan Tono tumbuh besar bersama dan merupakan sahabat karib seumur hidup. Namun sayang, Budi mengalami kanker, dan sedang sekarat. Sementara di ranjang kematiannya, Budi memanggil temannya, Tono, "Ton, kemarilah. Aku ada permintaan untuk kamu."

Tono berjalan ke samping tempat tidur temannya dan duduk.

"Tono, kita sudah bersahabat baik sepanjang hidup kita, dan sekarang aku akam meninggal. Aku punya satu permintaan terakhir untuk kamu kerjakan."

Tono menangis, "Apa pun itu Budi, apapun yang kamu inginkan akan aku lakukan."

"Nah, di bawah tempat tidurku ini ada sebuah kotak yang berisi botol wiski terbaik di dunia. Minuman itu diproduksi pada tahun aku lahir. Setelah aku mati, dan mereka menguburku di tanah, aku ingin kamu untuk menuangkan wiski ini di atas kuburanku, jadi mungkin akan meresap sampai ke tubuhku dan aku akan dapat menikmatinya selama-lamanya."

Tono, dengan semangat tinggi mendengar permintaan temannya, ia berkata, "Wah, ini adalah hal yang baik yang kamu minta padaku, dan aku akan mencurahkan wiski itu di kuburanmu. Tapi, bolehkah itu aku saring dulu melalui ginjalku?"

Sent by: e-ketawa posted on 21 March 2017

Global Intermedia
Primbon dot Com