Bos Menelepon Ramah Karyawan

Seorang bos perusahaan besar menelepon rumah karyawannya, karena belum masuk ke kantor dan handphonenya tidak bisa dihubungi. Bos itu terkejut, karena di rumah itu yang mengangkat telepon adalah anak kecil yang berbisik, "Halo."

Ingin berbicara dengan orang dewasa, bos itu bertanya, "Apakah ibumu ada di sana?"

"Ya," itulah jawabannya.

"Bolehkah aku berbicara dengannya?"

Sekali lagi suara kecil itu berbisik, "Tidak."

Mengetahui bahwa tidak mungkin seorang anak kecil akan ditinggalkan sendirian di rumah, dia ingin meninggalkan pesan dengan orang yang seharusnya ada di sana mengawasi anak itu.

"Apakah ada orang di sana selain kamu?" bos itu bertanya pada anak itu.

"Ya," bisik anak itu, "Seorang polisi."

Sambil bertanya-tanya apa yang akan dilakukan seorang polisi di rumah pegawainya, bos itu bertanya, "Bolehkah saya berbicara dengan polisi itu?"

"Tidak, dia sibuk," bisik anak itu.

"Sibuk melakukan apa?" tanya sang bos.

"Berbicara dengan ayah, ibu, dan pemadam kebakaran," terdengar jawaban berbisik.

Prihatin dan bahkan khawatir ketika dia mendengar apa yang terdengar seperti helikopter mendarat, bos bertanya, "Apa kebisingan itu?"

"Ada helikopter mendarat," jawab suara yang berbisik.

"Apa yang terjadi disana?" tanya sang bos, sekarang kaget.

Dengan suara berbisik yang terpesona, si anak menjawab, "Tim SAR baru saja mendaratkan helikopter!"

Khawatir, khawatir dan lebih dari sekadar sedikit frustrasi, sang bos bertanya, "Mengapa mereka ada di sana?"

Masih berbisik, suara anak kecil itu menjawab dengan tawa tertahan, "Mereka mencari aku."

Sent by: e-ketawa posted on 12 December 2018

Dirampok 3 Kali Oleh Bandit yang Sama

Seorang polisi mewawancarai teller bank setelah bank dirampok 3 kali oleh bandit yang sama:

"Apakah Anda melihat sesuatu yang istimewa tentang pria itu?" tanya agen itu.

"Ya," jawab si kasir, "Dia berpakaian semakin rapi setiap kali datang."

Sent by: e-ketawa posted on 11 December 2018

Orang Tua Menyetir Mobil ke Luar Kota

Pasangan tua yang sedang bepergian keluar kota berdua dengan mengendarai mobil dihentikan oleh seorang Polwan.

Polwan: "Bolehkah saya melihat SIM dan STNK Anda, Pak?"
Pria tua: "Mmm, apa yang dia katakan?" (karena dia agak tuli)
Istrinya: "Dia perlu melihat SIM dan STNK kamu, sayang."

Orang tua itu menyerahkannya kepada Polwan itu dan ...

Polwan: "Oh, saya lihat Anda dari Jakarta. Saya dulu punya pacar dari Jakarta, dia adalah pacar terburuk yang pernah saya miliki."
Pria tua: "Ugh, apa yang dia katakan?"
Istrinya: "Tidak ada sayang, dia pikir dia dulu kenal sama kamu..."

Sent by: e-ketawa posted on 10 December 2018

Global Intermedia
Primbon dot Com