Tidak Ingin Berbagi Bir

Seorang pria sedang minum bir di sebuah bar dan bartender datang untuk memberitahu bahwa ia memiliki seorang tamu yang menunggunya di luar bar.

Dia baru saja membeli bir besar lain ia tidak ingin ada orang lain yang meminumnya.

Jadi, ia menulis pada selembar kertas kecil dan meninggalkannya di dekay dengan gelas bir yang tulisannya: "Bir ini sudah saya ludahi.."

Ketika ia kembali ke kursinya di bar ada catatan lain di samping gelas birnya: "Saya juga ikut meludah di bir ini!"

Sent by: e-ketawa posted on 19 February 2017

Minum Untuk Mengingat Saudara

Seorang pria masuk ke sebuah bar di Jakarta, memesan 3 botol besar bir dan duduk di meja sudut, lalu minum bir dalam botol itu satu per satu. Selesai menghabiskan, dia kembali ke bar dan memesan tiga lagi.

Bartender mendekati dan mengatakan kepadanya, "Anda tahu, rasanya akan lebih baik jika Anda membeli satu per satu."

Orang itu menjawab, "Saya memiliki dua saudara laki-laki. Salah satunya adalah di Amerika, yang lainnya di Australia, dan saya sendiri merantau di Jakarta. Ketika kami semua meninggalkan rumah, kami berjanji bahwa kami akan minum dengan cara ini untuk mengingat hari-hari kami minum bersama-sama. Jadi saya minum satu untuk setiap saudara dan satu untuk saya sendiri."

Bartender mengakui bahwa ini adalah kebiasaan yang baik, dan meninggalkannya di sana. Pria ini menjadi langganan di bar, dan selalu minum dengan cara yang sama: Dia pesan tiga botol besar dan minum satu epr satu.

Suatu hari, dia datang dan memesan dua botol besar. Semua yang ada di situ memperhatikan dan terdiam. Ketika dia kembali ke bar untuk memesan lagi, bartender mengatakan, "Saya tidak ingin mengganggu kesedihan Anda, tapi saya ingin menawarkan belasungkawa saya pada kehilangan Anda."

Pria itu terlihat cukup bingung sejenak, kemudian sadar dan dia tertawa.

"Oh, tidak, semua saudara saya baik-baik saja," ia menjelaskan, "Hanya saja saya dan istri sudah sepakat untuk lebih rajin ibadah dan saya harus berhenti minum bir. Tapi saudara-saudara saya kan masih tetap dengan kebiasaannya..."

Sent by: e-ketawa posted on 18 February 2017

Kencing di Lapangan Futsal

Seorang pria duduk di sebuah lapangan futsal dan berkata kepada manajernya, "Saya bertaruh 3 juta Rupiah jika saya bisa kencing dalam gelas di sisi lain lapangan futsal ini dan tidak melewatkan setetes pun."

Manajer lapangan berkata, "Tidak ada cara Anda bisa melakukan itu. Tentu saja, saya berani bertaruh 3 juta Rupiah."

Pria itu kemudian membuka celananya dan mulai kencing. Dia mulai kencing di seluruh lapangan, menyemprot kemana-mana, dan tidak berhasil memasukkan setetes pun ke dalam gelas.

Manajer lapangan mulai tersenyum dan tertawa dan berkata, "Nah, anda berutang tiga juta Rupiah."

Pria itu kemudian bangkit dan berjalan ke tempat parkir dan mulai tertawa dan berjabat tangan dengan seorang pria yang berdiri di sana. Dia berjalan kembali ke tempat manajer tadi, duduk dan mulai tertawa pada manajer lapangan dan memberi dia uang.

Manajer bertanya, "Kenapa anda tertawa? Anda kan baru saja kehilangan taruhan."

Orang itu berkata, "Saya tertawa karena saya bertaruh dengan pria di sana 10 juta Rupiah jika saya bisa kencing di lapangan futsal ini dan Anda masih akan tertawa ketika saya sudah selesai."

Sent by: e-ketawa posted on 17 February 2017

Global Intermedia
Primbon dot Com