Kenaikan Harga Properti di Indonesia

Pada tahun 1994 seorang Indonesia telah menjual rumahnya, kemudian ia pergi ke Amerika untuk mengais rezeki.

Selama belasan tahun di AS, ia menanggung berbagai kesulitan dalam penghidupan. Sebagai pengantar pesanan masakan via telepon di resto, pada saat turun hujan salju lebat, ia harus wara wiri mengantarkan pesanan ke alamat masing-masing pelanggan, tengah malam sebelum tidur, ia harus mati-matian belajar bahasa Inggris. Selama tinggal di daerah kumuh, ia sudah pernah digarong oleh sekawanan berandalan sebanyak 7 kali dan dihajar sebanyak 3 kali. Ia telah hidup dengan susah payah dan hemat selama bertahun-tahun, sampai kedua rambut pelipisnya menguban, akhirnya ia berhasil mengumpulkan uang sebanyak 1 juta dollar AS (bila dikurs dengan mata uang Rupiah kira-kira 10 milyar rupiah). Ia berketetapan akan pulang ke Indonesia untuk melewatkan hari tua dan menikmati hasil jerih payahnya.

Sesudah kembali ke Indonesia, baru ia ketahui bahwa rumahnya yang ia jual pada waktu dulu, sekarang oleh perusahaan perantara properti telah dibanderol seharga 11 milyar rupiah, maka itu jiwanya seketika menjadi ambruk...

Sent by: Peter Tan posted on 11 September 2013