Malas Mengikuti MOS

"Males dah, aku ikutan MOS. Paling juga entar disuruh ngalungin papan nama dari kertas. Ikutan lomba yang nggak jelas. Baris-berbaris sambil ngepakkin tangan udah kayak bebek nyosor dedak sambil nyanyi lagu balonku, atau potong bebek angsa tapi semua huruf vokalnya diganti 'O' kalo nggak 'I'.

'Piting bibik ingsi, misik di kiwili, nini minti dingsi, dingsi impit kili, siring kikiri, siring kikinin, trili lili lili lili lilili, misik kihitin, nyiling rimbitin, dikijir-kijir simi iring hitin'.

Kan lucu, aku jadi kayak orang bego dah lama-kelamaan. Coba aja ini dinyayiin orang se-Manukan setengah jam aja deh non-stop, pasti besok paginya pada ke dokter gigi gara-gara giginya kering terus mulutnya nyengir terus-terusan." Gerutu Ibnu sambil nyanyi potong bebek angsa versi 'I'.

"Iya, Nu. Bener... untung lagunya cuma sebentar, gimana coba kalo kita nanti disuruh nyanyi lagunya Queen, We are The Champions, tapi semua huruf vokalnya diganti 'O'. Jadinya: 'Wo'or docompyon, moy fron, On wo'll kop on fogtong, tol do on. Wo or docompyon, wo'or docompyon. No tom for losor, kos wo'or docompyon, of do wod'.

Gue yakin, kalo ada orang yang kuat nanyi ini seharian. Besok mulutnya bakalan monyong nggak bisa balik. Perlu di jepit pakai tang biar bisa balik lagi ". Seruku.

"Iya bener, hehehe. Dasar MOS, bukannya bikin murid tambah kreatif malah bikin muridnya jadi kena penyakit yang aneh-aneh," Solot Ibnu balik yang sok bijaksana.

Sent by: Muhammad Taqiyuddien posted on 06 May 2012