Mengadili Orang Kaya

Seorang ditangkap karena mengebut dan dibawa ke pengadilan di sebuah kota kecil. Ketika hakim menawarinya alternatif membayar denda Rp.200.000 atau melayani sepuluh hari di penjara, jutawan itu memutuskan untuk mengambil sepuluh hari di penjara.

"Tapi, kawan, anda kan orang kaya," kata hakim, sambil menampakkan wajah takjub. "Mengapa Anda harus memilih sepuluh hari di penjara untuk mengganti Rp.200.000?"

"Ini seperti ini, Yang Mulia," pria itu menjelaskan. "Koki kami mengundurkan diri dan istri saya mengatakan bahwa akan membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan koki yang baru. Dan saya dengar menu makanan di penjara kota ini lengkap dan lezat."

Sent by: e-ketawa posted on 02 August 2015

Pendapat Mengenai Pernyataan Saksi

Seorang hakim berkata kepada orang-orang yang hadir di sidang bahwa penyataan saksi tidak selalu bisa dianggap salah karena ia mengubah pernyataannya dari yang sebelumnya telah diberikan kepada polisi.

"Misalnya," katanya, "ketika saya masuk kamar saya hari ini, saya yakin saya punya jam tangan emas di saku saya. Tapi kemudian saya ingat bahwa saya meninggalkan di dalam laci nomor 2 di samping di kamar tidur saya."

Ketika hakim kembali ke rumah, istrinya bertanya, "Apakah jam kamu itu begitu penting, sampai mengirim tiga orang untuk mengambilnya adalah tindakan yang sedikit ekstrim."

"Apa?" Kata hakim, "Aku tidak mengirim orang untuk mengambil jam saya, apalagi tiga orang. Apa yang kamu lakukan?"

"Saya memberikannya kepada orang yang datang pertama kali," kata istrinya. "Dia mengatakan dengan persis di mana letak jam itu."

Sent by: e-ketawa posted on 01 August 2015

Mengatakan Kejujuran di Pengadilan

Hakim memperingatkan saksi, "Apakah Anda mengerti bahwa anda telah bersumpah untuk mengatakan yang sebenarnya?"

"Ya, saya melakukannya."

"Apakah Anda mengerti apa yang akan terjadi jika anda tidak jujur?"

"Tentu saja," kata saksi, "Pihak saya akan menang."

Sent by: e-ketawa posted on 31 July 2015

Global Intermedia
Primbon dot Com