Pak Imron seorang yang pencemburu sama istrinya yang cantik dan memang jauh lebih muda darinya. Dia selalu mengontak istrinya kapanpun dia sempat, bahkan dia sering menyempatkan pulang saat jam makan siang.
Suatu hari Pak Imron pulang lebih awal dari jam makan siang sekitar jam 10.00 tapi dia sangat kaget ketika melihat sebuah mobil mewah parkir di depan rumahnya.
Pak Imron tidak langsung masuk tetapi malah mengintip dari jendela. Dia melihat istrinya sedang berbicara dengan seorang pria berdasi sambil bercanda ria.
Karuan saja Pak Imron jadi sewot apalagi ketika pria berdasi itu menjabat tangan istrinya. “Ah sialan….!!!! Bener aja firasat gue”, ujarnya dalam hati.
Diam-diam Pak Imron langsung mengambil batu besar dan menghajar mobil mewah tersebut. “BRAKKKKKK!!!!” hancurlah kaca mobil dan pintunya penyok-penyok. Mobil mewah berubah jadi rongsokan.
Lalu keluarlah istri dan pria berdasi itu, “Hah!...siapa yang menghajar mobil hadiah ini. Baru aja mau diserah terimakan kepada pemenangnya,” ujar si pria berdasi sambil menoleh ke istri pak Imron.
Kagetlah Pak Imron. Rupanya istrinya baru saja memenangkan undian berhadiah mobil mewah yang akan diserahterimakan kepadanya.
“Sial!!!!!! Kata Pak Imron, gue kirain pria itu selingkuhan istri gue eh gak taunya mau nyerahin hadiah” ujar Pak Imron sambil menyesali kecemburuannya.
Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung untuk menjenguk kerabat di RSJ. Seorang dokter menghampiri saya untuk mengajak saya ngobrol-ngobrol tentang segala hal, mulai dari bagaimana penanganan pasien sampai ke masalah-masalah umum dalam hidup saya. Sampai tiba saatnya ketika saya bertanya kepada dokter itu,
"Dok, gimana sih caranya dokter ngetest pasien-pasien dokter itu masih gila atau sudah waras ?"
"Oh mudah saja, kami mengisi bathtub sampai penuh, lalu kami memberikan ke orang itu :
Sendok Teh
Gelas
Gayung
Lalu kita minta dia untuk mengosongkan Bathtub", jawab si Dokter.
"Ooooh... kalo gitu saya pasti milih gayung, soalnya itu paling gede "
Terjadi keheningan sejenak
Lalu sang Dokter berkata, "Tidak, kalo orang itu sudah normal, dia akan cabut aja penyumbat Bathtub nya ... ngomong-ngomong, kamu mau kasur di dekat jendela atau tidak ?"
Sejak itulah saya dirawat disini... bagaimana dengan anda ?
Ujang sedang naik ferry menyeberang Selat Sunda dan bertemu seorang Professor Doktor lulusan Amrik, guru besar di sebuah Universitas ternama. Mereka pun berkenalan dan ngobrol.
"Apakah Anda pernah belajar Astronomi?", tanya si professor.
Ujang menjawab, "Tidak".
"Waaahhh...sayang sekali", sahut si professor. "Astronomi itu ilmu yang sangat penting untuk mengemudikan kapal laut dengan selamat".
Sebentar kemudian si professor kembali bertanya, "Anda pernah belajar Meteorologi?"
Kembali Ujang bilang tidak.
"Wah...sayang sekali. Meteorologi itu ilmu yang penting untuk menghasilkan laju kapal yang optimal"
Ujang berharap tidak ada lagi pertanyaan yang bikin dia terlihat bodoh, tapi sialnya kembali si professor buka mulut.
"Kalau Oceanografi Anda pernah pelajari?"
Ujang yang dengar kata Oceanografi saja baru kali ini dengan berat hati menggeleng.
"Waaaah...sayang sekali", kata professor, "Oceanografi itu sangat penting, membantu pelaut menemukan jalur-jalur yang aman dilalui"
Beberapa menit berlalu, lalu Ujang mendekati si professor dan bertanya, "Apa pernah anda belajar berenang"?
Si professor menjawab dengan nada acuh, "Berenang? Tidak. Saya tidak ada waktu untuk itu"
Ujang berkata, "Waaaahhh sayang sekali Prof. Padahal Ferry ini mulai tenggelam"
Penduduk di suatu desa mendapat informasi kalau mereka bisa membeli sapi dari Solok dengan harga lebih murah. Ketika dibeli, ternyata sapi itu sangat sehat dan menghasilkan banyak susu.
Penduduk desa itu jadi senang dan segera memutuskan mengawinkan sapi itu dengan sapi jantan agar cepat menghasilkan sapi-sapi lain yg bisa mencukup kebutuhan susu mereka.
Dibawalah sapi itu ke lapangan rumput dimana seekor sapi jantan sudah menunggu. Si sapi jantan mulai dan mendatangi si betina dari belakang. Tapi ketika si jantan bersiap masuk dari arah kiri, sapi betina dari Solok itu mengelak ke kanan.
Ketika si jantan menusuk dari kanan, si betina mengelak ke kiri. Si jantan mencoba dari arah atas, si betina melengos ke bawah dan sebaliknya. Hal itu berlangsung seharian.
Putus asa, para penduduk mendatangi tua-tua desa itu, Mbah yang dikenal bijaksana dan pintar. Mereka mengatakan kalau sapi betina yang baru mereka beli sulit untuk kimpoi.
Tua-tua itu berkata, "Sapi itu mengelak ke kanan kalau disodok dari kiri ya"
"Betul Mbah"
"Dan kalau ditusuk dari kiri, dia melengos ke kanan ya"
"Betul sekali Mbah"
"Hmm...pasti Sapinya kalian beli dari Solok"
Semua terkejut dan kagum dengan ucapan si Mbah, sebab tidak seorangpun yang menceritakan asal si sapi.
"Bagaimana Mbah tau?"
Si Mbah menarik nafas lalu berkata, "Kebetulan, istriku juga dari Solok"
Sebuah project pembuatan marka jalan disebuah daerah terpencil terpaksa di kerjakan secara manual, karena sarana untuk membuatnya dengan mesin belum tersedia. Kebetulan hanya ada satu kaleng cat disitu.
Setelah dibuka lowongan di dapatkan 3 orang yang dianggap "kuat" dan bisa mengecat jalan raya sepanjang 100km. Sebutlah nama mereka Bedu, Sarmin dan Obed.
Hari pertama bekerja sang mandor memanggil mereka untuk laporan,
"Bedu, kamu ngecat berapa banyak hari ini ?" tanya mandor
"saya ngecat 3 km pak", jawab bedu
"Kalo kamu Sarmin ?" Mandor bertanya ke Sarmin, "Oh saya 8km pak" jawab Sarmin sombong
"Nah Obed kamu berapa ?" tanya Mandor ke Obed, "Saya cuma bisa 14 km pak". Sarmin cuman bisa malu melihat jarak Obed yang hampir 2X lipat.
"Nah contohlah Obed, dalam waktu yang sama, dia bisa mengecat sejauh 14km", kata mandor memberikan petunjuk.
Keesokan harinya, menjelang sore, mereka bertiga di panggil lagi utk melapor
"Bedu, kamu ngecat berapa banyak hari ini ?" tanya mandor "saya ngecat 8 km pak", jawab bedu.
"Bagus sudah ada peningkatan, Kalo kamu Sarmin ?" Mandor bertanya ke Sarmin, "Oh saya sudah bisa 12km pak" jawab Sarmin
"Hmmm bagus, ada peningkatan juga, Nah Obed kamu berapa ?" tanya Mandor ke Obed berharap, "Aduh saya cuma bisa 2 km pak".
"Loh koq prestasi mu turun?" tanya Mandor heran
"Ya abis, kaleng catnya kan tambah lama tambah jauh, bayangin aja saya harus bolak-balik ke tempat cat itu" jawab Obed membela diri.