Memberi Jalan Kepada si Dungu

Suatu kali, Goethe, penyair terkenal Jerman, saat sedang jalan-jalan di dalam sebuah taman, kebetulan berpapasan dengan seorang kritikus di sebuah jalan kecil yang hanya bisa dilalui oleh seorang saja.

Kritikus itu berkata: "Aku selamanya tak mengasih jalan kepada si dungu!"

Sambil mundur selangkah ke tepi jalan, Goethe berkata dengan tersenyum: "Aku justru sebaliknya."

Sent by: Peter Tan posted on 16 April 2014

Kapan Bus akan Sampai

Bapak dan anak sedang berada di atas sebuah bus.

Anak: "Pak, kapan bus kita ini akan sampai?"

Bapak: "Kapan ia berhenti ya kapan sampai."

Anak: "Lalu kapan busnya berhenti Pak?"

Bapak: "Begitu sampai ia tentu segera berhenti."

Sent by: Peter Tan posted on 16 April 2014

Petani dan Pelaut

Seorang petani bertanya kepada seorang kelasi yang sedang siap untuk berlayar:

"Dulu Bapakmu matinya di mana?"
"Ia telah gugur dengan gagah perwira di dalam suatu pertempuran laut."
"Lalu bagaimana dengan Kakekmu?"
"Ia juga telah gugur dengan gagah berani di dalam suatu perang laut."
"Lalu bagaimana dengan Moyangmu?"
"Ia telah tenggelam di tengah laut bersama dengan kapal perangnya."
"Kalau begitu, kenapa kamu masih mau menjadi seorang kelasi dan masih mau berlayar?

Kelasi itu tak menjawab secara langsung, melainkan berbalik menanya sang petani:
"Bapakmu di mana meninggalnya?"
"Ia meninggal di atas ranjang."
"Lalu bagaimana dengan kakekmu?"
"Sama halnya dengan Bapakku, ia juga meninggal di atas ranjang."
"Kalau begitu, kawanku," kata si kelasi: "mengapa setiap malam kamu masih mau tidur di atas ranjang?"

Sent by: Peter Tan posted on 15 April 2014

Global Intermedia
Primbon dot Com