Rumah Murah Istimewa

Budi sedang sibuk mencari rumah. Bosan dia walau ia PNS, tapi ia berprofesi juga sebagai "kontraktor". Suka pindah-pindah kontrakan maksudnya. Karena bosan, ia sedang mencari rumah yang mengil dan sesuai dengan kebutuhannya. Ia tertarik kepada iklan penjualan rumah di surat kabar dan berminat untuk membelinya.

Budi: "Pak, rumah ini berapa harganya?"
Penjual:"Murah saja koq bang." katanya sambil menyebut harga.
Budi berpikir, wah ini murah sekali. "Apa istimewanya rumah ini pak?"
Penjual: "Dari dalam rumah ini, tanpa keluar pun sudah tahu arah angin bertiup"

Budi heran, dan bertanya balik: "Bagaimana caranya?"

Penjual: "Kalau Bapak mencium bau sate, berarti angin berasal dari Barat. Kalau bau durian, dari timur. Kalau bau roti, berarti angin bertiup dari utara."

Budi:"Ooooo... Lalu kalau mau angin bertidup dari selatan, apa tandanya??"

Penjual: "Bau sampah!!!"

Budi: "Pantas, rumah dekat tempat sampah. Makanya murah.."

Sent by: koen koen posted on 26 November 2014

Makan Pil Pintar

Suatu hari dua anak laki-laki berjalan melalui hutan ketika mereka melihat beberapa butir kotoran kambing.

Salah satu dari anak laki-laki itu berkata, "Apa itu?"

"Itu adalah pil pintar," kata anak lainnya, "Makanlah dan pil itu akan membuat kamu lebih pintar."

Jadi ia makan pil itu dan berkata, "Ini terasa seperti kotoran."

"Lihat sendiri kan," kata anak lainnya, "Kamu sekarang sudah semakin pintar."

Sent by: e-ketawa posted on 26 November 2014

Menginap di Tengah Hutan

Ketika sedang berjalan-jalan di hutan, Johhny menemukan dirinya sudah terlalu sore dan memutuskan untuk mencari tempat untuk beristirahat malam.

Dia akhirnya menemukan sebuah gubuk di tengah hutan dan mengetuk pintu. Seorang pria tua menjawab, dan dia setuju untuk memberikan Johhny tempat tidur untuk satu malam dengan satu syarat: anak gadis pria tua itu akan berada di tempat tidur yang lain, dan Johnny tidak boleh menyentuhnya atau mengganggu tidurnya dengan cara apapun. Johnny setuju, tapi berubah pikiran ketika ia melihat betapa indah gadis itu tidur, sementara gadis itu tidak menanggapi belaiannya.

Keesokan paginya, Johnny terbangun sendirian, tapi ia pikir gadis itu telah pergi untuk melakukan tugasnya dan ia menunggu sampai dia kembali. Sebaliknya, malah orang tua itu masuk, menyeka air matanya.

"Apa yang salah?" Tanya Johnny.

"Oh, aku baru saja kembali dari pemakaman - kami baru saja memakamkan gadis kecil kami pagi ini. Tapi terima kasih banyak untuk duduk dan menemani mayatnya tadi malam..."

Sent by: e-ketawa posted on 25 November 2014

Global Intermedia
Primbon dot Com