Menyuruh Tetangga Pindah Rumah

Melanjutkan cerita sebelumnya, Budi sudah membeli rumah yang diinginkan, walau harus menahan bau sampah. Akhirnya, dua bulan kemudian sampah sudah dibersihkan dan Budi merasa nyaman. Namun lama kelamaan, dia tidak tahan dengan segala macam bau masakan yang ada. Dia merencanakan hidup tenang tanpa terganggu bau apapun. Diapun memanggil ketiga tetangganya dan menyuruh mereka untuk pindah.

Budi: "Bapak-bapak, saya mohon kesediaannya untuk pindah, sebab bau dari toko bapak-bapak sudah sangat mengganggu!"
Pemilik toko: "Baiklah Pak Budi. Tapi kami tidak memiliki biaya untuk pindah."
Budi: "Ini, masing-masing 5 juta rupiah. Besok harus sudah pindah!!"
Pemilik toko: "Baik Pak..."

Keesokan harinya... Budi marah, karena masih ada saja bau yang mengganggunya.

Budi: "Bagaimana ini. Sayakan sudah suruh pindah kalian. kenapa masih ada disini???"
Pemilik toko: "Iya pak, kami sudah pindah."
Budi: "Mana... Koq masih bau? Pindah ke mana??!!!"
Pemilik toko: "Iya pak. kami sudah pindah. Penjual durian, pindah ke toko sate. Penjual sate pindah ke toko roti dan Penjual roti pindah ke toko durian...."
Budi: "PANTASSSS..."

Sent by: koen koen posted on 27 November 2014

Rumah Murah Istimewa

Budi sedang sibuk mencari rumah. Bosan dia walau ia PNS, tapi ia berprofesi juga sebagai "kontraktor". Suka pindah-pindah kontrakan maksudnya. Karena bosan, ia sedang mencari rumah yang mengil dan sesuai dengan kebutuhannya. Ia tertarik kepada iklan penjualan rumah di surat kabar dan berminat untuk membelinya.

Budi: "Pak, rumah ini berapa harganya?"
Penjual:"Murah saja koq bang." katanya sambil menyebut harga.
Budi berpikir, wah ini murah sekali. "Apa istimewanya rumah ini pak?"
Penjual: "Dari dalam rumah ini, tanpa keluar pun sudah tahu arah angin bertiup"

Budi heran, dan bertanya balik: "Bagaimana caranya?"

Penjual: "Kalau Bapak mencium bau sate, berarti angin berasal dari Barat. Kalau bau durian, dari timur. Kalau bau roti, berarti angin bertiup dari utara."

Budi:"Ooooo... Lalu kalau mau angin bertidup dari selatan, apa tandanya??"

Penjual: "Bau sampah!!!"

Budi: "Pantas, rumah dekat tempat sampah. Makanya murah.."

Sent by: koen koen posted on 26 November 2014

Makan Pil Pintar

Suatu hari dua anak laki-laki berjalan melalui hutan ketika mereka melihat beberapa butir kotoran kambing.

Salah satu dari anak laki-laki itu berkata, "Apa itu?"

"Itu adalah pil pintar," kata anak lainnya, "Makanlah dan pil itu akan membuat kamu lebih pintar."

Jadi ia makan pil itu dan berkata, "Ini terasa seperti kotoran."

"Lihat sendiri kan," kata anak lainnya, "Kamu sekarang sudah semakin pintar."

Sent by: e-ketawa posted on 26 November 2014

Global Intermedia
Primbon dot Com