Anak Ingin Kawin

Seorang anak kecil berkata kepada Bapaknya: "Pak, aku ingin menikah."

"O, lalu bisakah kamu katakan orang yang kamu sukai itu siapa?" tanya sang Bapak.

"Nenekku!"

"Tunggu dulu, Bapak takkan memperkenankan dirimu mempersunting Ibuku."

"Mengapa tak boleh? Bapak sendiri kan juga mempersunting Ibuku?"

Sent by: Peter Tan posted on 24 October 2014

Nilai dari Kehidupan

Seorang pengusaha dari Jakarta sedang berilbur dan berada di dermaga sebuah desa pesisir di Raja Ampat ketika sebuah perahu kecil dengan hanya satu orang nelayan sedang berlabuh. Di dalam perahu kecil beberapa besar ikan ekor kuning.

Pengusaha itu memuji nelayan atas kualitas ikan yang ditangkap dan bertanya berapa lama waktu untuk menangkap mereka. Nelayan itu menjawab bahwa hanya butuh sebentar saja untuk menangkapnya. Pengusaha itu kemudian bertanya mengapa dia tidak keluar lebih lama dan menangkap lebih banyak ikan? Nelayan mengatakan bahwa ikan itu sudah cukup untuk mendukung kebutuhan keluarganya.

Pengusaha kemudian bertanya, "Tetapi apa yang anda lakukan dengan sisa waktu anda?"

Nelayan Raja Ampat itu berkata, "Saya tidur larut malam, bermain dengan anak-anak saya, tidur siang dengan istri saya, Maria, berjalan-jalan ke desa setiap malam di mana saya minum kopi dan bermain gitar dengan teman-teman saya. Saya memiliki kegiatan menyenangkan yang lumayan sibuk, Pak.."

Pengusaha itu mengejek, "Saya seorang MBA dari Harvard dan bisa membantu anda. Anda harus menghabiskan lebih banyak waktu menjala ikan dan dengan hasil yang lebih besar itu, membeli perahu yang lebih besar. Dengan hasil dari perahu yang lebih besar, anda bisa membeli beberapa perahu, akhirnya anda akan memiliki armada perahu nelayan. Alih-alih menjual hasil tangkapan anda ke tengkulak anda akan menjual langsung ke pabrik, akhirnya anda bisa membuka pabrik pengalengan anda sendiri. Anda akan mengontrol produk, pengolahan dan distribusi. Anda akan perlu untuk meninggalkan desa nelayan pesisir kecil ini dan pindah ke kota, pertama Makassar dan akhirnya ke Jakarta di mana anda akan menjalankan perusahaan anda yang semakin berkembang..."

Nelayan bertanya, "Tapi, berapa lama akan saya perlu melakukan hal itu?"

Pengusaha menjawab, "15 sampai 20 tahun."

"Tapi apa itu tidak melelahkan, Pak?"

Pengusaha itu tertawa dan berkata, "Itu bagian yang terbaik. Ketika waktunya tepat anda akan mengumumkan IPO dan menjual saham perusahaan anda kepada publik dan menjadi sangat kaya. Anda akan menghasilkan uang milyaran."

"Milyaran, Pak? Lalu apa?"

Pengusaha itu berkata, "Kemudian Anda akan pensiun. Pindah ke sebuah desa nelayan pesisir kecil di mana Anda akan tidur larut malam, bermain dengan cucu-cucu Anda, mengambil tidur siang dengan istri Anda, berjalan-jalan ke desa di malam hari di mana Anda bisa minum kopi dan bermain gitar dengan teman Anda.."

Nelayan: "Bukankah saya sekarang sudah seperti itu?"

Sent by: e-ketawa posted on 23 October 2014

Tak Seorangpun, Diam, dan Sopan Santun

Pada suatu hari pernah tinggal tiga anak laki-laki. Mereka memiliki nama yang benar-benar aneh. Yang pertama bernama Tak Seorangpun, yang kedua bernama Diam, dan yang ketiga bernama Sopan Santun.

Suatu hari, anak laki-laki bernama Tak Seorangpun jatuh ke sungai. Diam and Sopan Santun pergi ke kantor polisi.

Dalam perjalanan ke kantor polisi, Sopan Santun harus pergi ke toilet, jadi Diam pergi sendirian.

Diam mengatakan, "Tak Seorangpun jatuh ke sungai! Tak Seorangpun jatuh ke sungai!"

Polisi itu bertanya ingin tahu "Kalau begitu, mengapa Anda di sini?"

Diam berkata, "Sudahlah kalau begitu."

Polisi itu bertanya, "Siapa nama Anda?"

Diam menjawab "Diam!"

Polisi itu bertanya kepada Diam, "Mengapa anda menjawab begitu? Di mana sopan santun anda?"

Diam menjawab, "Sopan Santun kami di toilet!"

Sent by: e-ketawa posted on 22 October 2014

Global Intermedia
Primbon dot Com