Banjir Setinggi Lutut

Suatu hari turun hujan lebat, permukaan jalan tak bisa dilintasi karena airnya sangat dalam, semua kendaraan terpaksa berhenti di pinggir jalan. Ada seorang muda sedang membentangkan payung berdiri di tengah jalan dengan air setinggi lututnya, dengan tiada berdaya ia memandang orang lalu lalang di situ.

Sebuah mobil off road dengan cepatnya berjalan mendekat. Dengan sorotan mata meremehkan, si sopir menoleh ke kanan kiri melihat kendaraan yang sedang tak bergerak di situ, kemudian tanpa ba-bi-bu ia menggenjot pedal gasnya menerjang ke arah depan.

Dalam sekejap mata, mobil off road itu tenggelam dan tidak kelihatan lagi.

Pemilik mobil off road itu dengan susah payah keluar dari mobilnya, lalu menanya anak muda yang membentangkan payung tadi: "Bang, bukankah banjir ini baru saja mencapai lutut Abang?"

Anak muda yang sedang berpayung itu dengan tenang berkata: "Sebenarnya lebih dalam, karena saya sekarang sedang berdiri di atas atap mobil saya."

Sent by: Peter Tan posted on 01 October 2014

Operasi Jari Putus

Seorang pria bekerja dengan gergaji listrik tanpa sengaja memotong semua jari-jarinya.

Di ruang gawat darurat, dokter mengatakan, "Beri saya jari anda, dan saya akan melihat apa yang bisa saya lakukan."

Pasien yang terluka itu menjawab, "Tapi saya tidak memiliki jari-jari!"

"Kenapa anda tidak membawa jari-jari itu?" dokter bertanya.

Orang yang terluka itu menjawab, "Dok, saya tidak bisa memungutnya.."

Sent by: e-ketawa posted on 30 September 2014

Memotong Salah Satu Telinga

Seorang pekerja konstruksi tanpa sengaja memotong salah satu telinganya dengan gergaji listrik.

Dia memanggil seorang pria yang berjalan di jalan di bawah, "Hei, apakah Anda melihat telingaku di sana?"

Orang di jalan mengambil telinga dan berteriak kembali, "Apakah ini?"

"Bukan," jawab pekerja konstruksi. "Telinga saya ada pensil di belakangnya."

Sent by: e-ketawa posted on 29 September 2014

Global Intermedia
Primbon dot Com